Pastikan Standar ASUH, Distanketpang Palangka Raya Periksa Kesehatan Hewan Kurban
- May 14, 2026
- LIDIA
Palangka Raya – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai ramai di sejumlah titik di Kota Palangka Raya. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) bergerak memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan langsung di lokasi penjualan, salah satunya di kawasan Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Selasa (13/5/2026).
Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan menjelang Iduladha guna menjamin keamanan daging kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Tujuannya untuk memastikan penyediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal melalui pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan pemeriksaan postmortem setelah pemotongan hewan kurban dilakukan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan hewan benar-benar sehat serta bebas dari penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Sebelum pemeriksaan lapangan dimulai, Distanketpang terlebih dahulu mengumpulkan para pedagang sapi dan kambing sekitar dua pekan sebelumnya guna memberikan sosialisasi mengenai tata cara penjualan dan pemeriksaan hewan kurban.
Pemeriksaan teknis kemudian mulai dilaksanakan sejak H-14 Iduladha dengan melibatkan tiga tim pemeriksa yang masing-masing dipimpin dokter hewan.
Tim tersebut diterjunkan ke 21 titik penjualan hewan kurban di berbagai wilayah Kota Palangka Raya, khususnya lokasi penjualan berskala besar.
“Fokus pemeriksaan berada di lokasi penjualan hewan kurban berskala besar yang menjual lebih dari 10 hingga 20 ekor sapi maupun kambing,” jelas Sugiyanto.
Berdasarkan data sementara, jumlah hewan kurban yang tersedia tahun ini mencapai sekitar 1.500 ekor sapi dan 500 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Meski begitu, Sugiyanto memastikan stok hewan kurban diperkirakan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya hingga Iduladha nanti.
“Tahun ini kami memperkirakan tersedia sekitar 1.500 ekor sapi. Jika kenaikan kebutuhan hanya sekitar lima sampai 10 persen, maka kebutuhan masyarakat dipastikan masih tercukupi,” katanya.
Ia juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit hewan menular yang membahayakan. Sebagai langkah antisipasi, Distanketpang telah melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan yang masuk ke wilayah Palangka Raya.
Selain itu, masyarakat diimbau lebih teliti sebelum membeli hewan kurban dengan memastikan hewan telah diperiksa petugas kesehatan hewan.
“Masyarakat kami imbau membeli hewan kurban yang sudah memiliki label sehat dan surat keterangan kesehatan hewan dari petugas,” pungkasnya.
Melalui pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan secara intensif, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang serta memperoleh daging kurban yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi.